Menu
0274-897664
0853-2769-6767
0813-2880-8279

( pcs)
jmlBarangBerat (Kg)Total
keranjang anda kosong
0 0,00Rp 0
Selesai Belanja

Majalah Asy-Syariah Edisi No.49/IV/1430 H/2009, dan Sakinah: Mau Kemana Partai Islam?

Kategorimajalah asy-syariah
Di lihat861 kali
Harga Rp (Hubungi CS)

Detail Produk Majalah Asy-Syariah Edisi No.49/IV/1430 H/2009, dan Sakinah: Mau Kemana Partai Islam?

Judul: Majalah Asy-Syariah Edisi No.49/IV/1430 H/2009, dan Sakinah
Mau Kemana Partai Islam?
Penerbit: Oase Media (Majalah Asy-Syariah)
Tebal: 96 halaman
Fisik : 16 cm x 24 cm, uv, hard cover
Harga: Rp 9.500
Stok: Kosong

Umat Islam belumlah lupa, beberapa waktu silam pascareformasi, kala hendak memilih pemimpin negeri ini, sebuah fatwa diteguhkan oleh sejumlah partai politik (parpol) Islam, “haram memilih pemimpin wanita”. Namun beberapa waktu kemudian, “fatwa” itu dimentahkan kembali. Bak bola salju, perkara ini terus menggelinding dan membesar. Hingga pada pemilihan kepala daerah (pilkada), tak cuma soal wanita, sejumlah parpol Islam bahkan sudah tidak malu mendukung kepala/wakil kepala daerah non-muslim.
Itulah sebuah ironi bernama politik yang dipertontonkan kepada umat. Politik nyata-nyata tak hanya mengubah lawan menjadi kawan atau sebaliknya, tapi terbukti bisa membongkar pasang syariat sekehendak hati. Dewan syuro partai bukan mengawal syariat namun justru menjadi stempel untuk melegalisasi penyimpangan syariat. Loyalitas tidak lagi dibangun di atas Al-Qur’an dan As Sunnah namun oleh fatwa Dewan Syuro, AD/ART parpol, bahkan sekadar ucapan tokoh sentralnya.
Makanya menjadi”maklum” jika ada fenomena caleg non-muslim, koalisi dengan parpol nonmuslim ataupun sekuler, dsb, karena kamus politik memang menghalalkannya. Juga tak perlu heran jika ada pengurus partai yang kelabakan, ketika partainya dituding anti yasinan, tahlilan, barzanji, dsb. Minder disebut partai Islam yang eksklusif, kemudian tergopoh-gopoh menyatakan bahwa partainya plural, inklusif, bahkan menampilkan kesan nasionalis. Lebih takut kehilangan suara daripada menampakkan al-haq, lebih khawatir simpatisan lari ketimbang mendapat murka Allah. Na’udzubillah.
Lagi-lagi sebuah ironi. Di panggung politik, mereka bisa mesra dengan kalangan orang kafir, para preman dan ahli maksiat, para penyembah kubur, dll, namun di balik itu mereka justru menebar kebencian kepada dakwah yang mengajak kepada kemurnian Islam. Islam yang diusung sebagaimana yang diajarkan Rasulullah kepada para sahabatnya justru dianggap memecah-belah umat. Sementara mereka sendiri tidak mau berkaca diri bahwa dengan partai mereka telah membuat umat terkotak-kotak, membuat umat berloyalitas kepada partai bukan kepada IsIam.Alhasil, fenomena saling aniaya dan membunuh hanya karena beda partai, tak pernah dianggap memecah-belah umat.
Yang memilukan kemudian, umat malah disodori “fatwa” haram golput. Ini sama saja orang yang tidak memilih karena paham akan kemungkaran-kemungkaran demokrasi divonis “berdosa”: Na’udzubillah. Di saat umat dilingkupi pemahaman agama yang jauh dari Islam yang murni, umat justru disuguhi politikus-politikus bodoh yang hanya pandai bertutur dan nampak santun tapi lancang mengaduk-aduk agama untuk kepentingan politikpraktis. Konyolnya lagi,adayang malah menganggap berdemokrasi sebagai bagian dari jihad: Begitu mudahnya menggunakan istilah jihad, sama mudahnya saat mereka menggelari tokoh ideologis mereka dengan asy-syahid.
Yang disayangkan tentu, masih saja ada kaum muslimin yang bisa dibodohi sedemikian rupa. Padahal orang-orang yang fanatik partai itu hanya menggunakan jaring laba-laba sebagai pijakan. “Dalil”-nya, itupun kalau bisa disebut dalil, sangat lemah dan klasik. “Kita sudah berada dalam sistem yang mau tidak mau kita harus ikut. Kalau kita tidak memilih partai Islam, maka kekuasaan akan berada di tangan orang-orang kafir:”
“Si parpol” ini bisa jadi memang tak mau berkaca. Bagaimana mungkin mereka berkoarkoar mau memenangkan Islam sementara mereka justru mengangkat caleg non-muslim, mengusung pasangan kepala daerah yang salah satunya nonmuslim, berkoalisi dengan parpol non-Islam, dan seabrek pelanggaran syariat lainnya. Bagaimana pula jika pemerintah yang berkuasa atau parlemen dikuasai muslim tapi bukan dari kader partainya atau hasil “tarbiyah” mereka, atau taruhlah pemerintah yang berkuasa telah menegakkan sebagian dari syariat Islam, apakah mereka mau berhenti? Jawabnya, tentu saja tidak.
Makanya jangan pernah tertipu mereka yang bergelut dengan parpol, dianggap telah berbuat sesuatu untuk umat sementara yang berkiprah di luar itu tak memberikan kontribusi apapun bagi umat. Padahal kesibukan mereka dalam ingar-bingar politik justru menjadikan mereka melalaikan perbaikan umat. Bahkan perbaikan diridiri mereka sendiri. Adanya petinggi parpol “Islam” yang percaya angka hoki serta banyaknya politikus muslim yang terlibat skandal amoral serta jauh dari akhlak Islam adalah contoh nyata.
Oleh karena itu, jangan pernah terselip asa, melalui sistem demokrasi, umat Islam bisa meraih kejayaannya. Melalui sistem politik kotor hasil adopsi filsafat Yunani, kemuliaan Islam dan muslimin bisa kita tegakkan.Tak bakal ada kebaikan yang dibangun di atas kemungkaran. Yang ada hanyalah pertanyaan, “Mau kemana partai Islam?”

Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Order Sekarang » SMS : 0853-2769-6767
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangMajalah Asy-Syariah Edisi No.87 Sikap Muslimin terhadap Film Yang Menghina Nabi
Harga Rp (Hubungi CS)
Lihat Detail
Rp 13.000
Rp 13.000
Order Sekarang » SMS : 0853-2769-6767
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangMajalah Asy-Syariah Edisi 107 Vol.IX 1436H-2015 dan Sakinah
Harga Rp 13.000
Lihat Detail
Rp 13.000
Rp 13.000
Order Sekarang » SMS : 0853-2769-6767
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangMajalah Asy Syariah Edisi 144
Harga Rp 13.000
Lihat Detail
Rp 11.000
Rp 11.00011.000
Order Sekarang » SMS : 0853-2769-6767
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeASY93
Nama BarangMajalah Asy-Syariah Edisi Vol. VIII/No.93/ 1434 H/2013, dan Sakinah
Harga Rp 11.000 11.000
Anda HematRp 0 (0.00%)
Lihat Detail
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Order Sekarang » SMS : 0853-2769-6767
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangMajalah Asy-Syariah Edisi Vol. VI/No.70/ 1432 H/2011, dan Sakinah
Harga Rp (Hubungi CS)
Lihat Detail
Rp 12.000
Rp 12.00012.000
Order Sekarang » SMS : 0853-2769-6767
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangMajalah Asy-Syariah Edisi 97 1435H-2013 dan Sakinah
Harga Rp 12.000 12.000
Anda HematRp 0 (0.00%)
Lihat Detail
Rp 95.000
Rp 95.000100.000
Order Sekarang » SMS : 0853-2769-6767
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeBASY01
Nama BarangBundel Majalah Asy-Syariah dan Sakinah Edisi 7-12
Harga Rp 95.000 100.000
Anda HematRp 5.000 (5.00%)
Lihat Detail
Rp 15.000
Rp 15.000
Order Sekarang » SMS : 0853-2769-6767
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangAsy Syariah Edisi 120 Tema Pilihlah Shahabatmu Selamatkan Akhiratmu
Harga Rp 15.000
Lihat Detail